أهلا و سهلا

JAGALAH HATI...

Rabu, 11 Juli 2012

3 Hal yang Menyelamatkan & 3 Hal yang Membinasakan


Dalam Al Musnad dijelaskan bahwa Anas Radhiallahu ‘Anhu berkata Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Ada tiga perkara yg mem-binasakan dan tiga perkara lain yg menyelamatkan. Adapun yg membi-nasakan yaitu; kikir yg dituruti, hawa nafsu yg diikuti dan ‘ujub terhadap diri sendiri. Sedangkan yg menyelamatkan yaitu bertakwa kepada Allah baik dalam keadaan rahasia atau terang-terangan adil ketika marah atau ridha dan berlaku sederhana baik ketika miskin atau kaya.”

3 Hal yang menyelamatkan kita;

1. Bertaqwa kepada Allah baik dalam sendiri maupun terang-terangan, taqwa secara sederhana diartikan takut kepada Allah dengan melaksanana perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Dengan takwa yang kita miliki kita sentiasa memelihara dan membentengi diri dari larangan Allah sehingga kita akan terhindar dari murka Allah SWT,
Dalam sebuah hadits dikatakan “bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada” karena kenyataannya, banyak umat islam yang mengerjakan perintah Allah jika di sekitarnya banyak orang dan kembali bermaksiat dan melanggar aturan agama kalau tidak ada orang yang melihatnya. Dan orang selamat yang dimaksudkan adalah seorang muslim yang bertaqwa kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dimanapun ia berada dan bagaimanapun keadaannya.
2. Bersikap adil. Kata adil berasal dari bahasa Arab yang berarti jujur, lurus, dan tulus. Dengan demikian, orang yang adil selalu bersikap jujur. Menjadi seorang pemimpin, jadilah pemimpin yang adil kepada rakyatnya.  Menjadi orang tua jadilah orang tua yang adil kepada anak-anaknya,  dan seterusnya. Mengapa Islam menganggap sikap adil itu penting? Karena Salah satu tujuan utama Islam adalah membentuk masyarakat yang baik. Dengan demikian, dapatlah disimpulkan bahwa seorang muslim yang berperilaku adil akan selamat di dunia dan di akhirat dan memiliki kedudukan yang tinggi di hadapan manusia dan Tuhan-nya. Karena, sifat dan perilaku adil merupakan salah satu perintah Allah.

3. Bersikap sederhana. Nabi Muhammad Rasulullah saw yang merupakan panutan kita selama hidupnya adalah seorang yang sederhana. Meskipun memiliki kekuasaan yang besar, ia sama sekali tidak menginginkan untuk memiliki harta yang berlimpah.
Dalam kehidupan sekarang ini, sedikit sekali orang yang mau bersikap sederhana. Banyak orang berlomba-lomba memamerkan harta yang ia miliki dan cenderung bersikap berlebihan. Banyak orang merasa tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka miliki. Mereka berlomba-lomba menumpuk harta dan kekayaan.
Padahal kenyataannya, sikap sederhana adalah merasa cukup terhadap apa yang telah diberikan dan tidak berlebih-lebihan dalam menumpuk harta.

 
3 Hal yang membinasakan;
1. Kekikiran yang dipatuhi, sifat kikir merupakan salah satu akhlak tercela yang banyak dimiliki orang lain, Bakhil alias Kikir adalah satu penyakit hati karena terlalu cinta pada harta yang ia usahakan sehingga ia tidak mau lagi bersedekah.
Padahal pada hakekatnya segala harta kita termasuk diri kita pun adalah milik Allah SWT. Saat kita lahir kita tidak punya apa-apa. Telanjang tanpa busana. Saat mati pun kita tidak membawa apa-apa kecuali beberapa helai kain yang segera membusuk bersama kita.
Dan Sesungguhnya harta yang kita simpan, harta yang kita pakai untuk hidup bermegah-megahan seperti beli mobil dan rumah mewah itu bukanlah harta kita yang sejati. Saat kita mati harta yang kita banggakan itu tidak akan ada gunanya bagi kita.

“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa” [Al Lail 8-11]

Yang justru jadi harta yang bermanfaat bagi kita di akhirat nanti adalah harta yang kita sedekahkan di jalan Allah. Harta tersebut akan jadi pahala yang mengalir terus-menerus balasannya adalah istana surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

2. Hawa nafsu yang dituruti, hawa nafsu merupakan keinginan yang muncul dari dalam hati setiap manusia, Memperturuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan. Hawa nafsu merupakan perkara yang tidak ada habis-habisnya, misalnya seseorang yang mendambakan sebuah motor, setelah mempunyai motor ia akan menginginkan mobil, dapat 1 mobil mau menambah mobil yang lebih mewah lagi dan seterusnya. Oleh karena itu keinginan yang terus-terus dituruti akan menyebabkan kita termasuk orang-orang yang rugi di dunia terlebih di akhirat. Islam mengajarkan kita untuk dapat mengendalikan hawa nafsu dan beruntunglah orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya, dan Allah menjanjikan orang yang takut kepada Allah dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya bahwa disediakan syurga yang menjadi tempat tinggalnya di akhirat kelak.

dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).

Dan puasa merupakan salah satu cara untuk mengendalikan hawa nafsu. Oleh karena itu marilah kita memperbaiki kualitas ibadah puasa kita agar kelak termasuk orang yang beruntung yang dapat mengendalikan hawa nafsu kita.

3. Bangga atas diri sendiri/ ujub
Ujub adalah sifat seseorang dimana ia merasa dirinya lebih baik dan ia bangga dan meremehkan orang lain. sifat ini banyak macamnya antara lain;
a.Bangga dengan fisiknya, yaitu dengan merasa dirinya lebih baik, lebih cantik, lebih segala-segalanya, padahal kecantikan itu merupakan anugerah pemberian dari Allah dan kecantikan manusia itu tidak bertahan lama, pasti akan memudar seiring usianya yang bertambah tua. Marilah kita tengok ibu-ibu yang sudah tua bandingkan ketika ia masih muda dulu, tentunya kecantikannya sudah jauh berbeda karena sesungguhnya kecantikan fisik tidak akan bertahan lama, makanya jangan terlalu bangga dengan wajah dan rupa yang cantik.
b.Bangga dengan kekuatannya, yaitu dengan merasa diri lebih kuat, padahal kalau kita berpikir lebih dalam, manusia itu adalah mahluk yang sangat lemah.
c.Bangga dengan hartanya, yaitu dengan merasa dirinya lebih kaya, inilah yang berbahaya  Karena sejatinya harta yang kita miliki merupakan hanya titipan dari Allah maka janganlah kita terlalu bangga atas harta tersebut.
Salah satu nasehat hidup dikatakan;
janganlah bangga dengan kecantikan dan ketampanan, karena pada akhirnya kita akan menjadi mayat yang membusuk
jangan bangga dengan titel dan jabatan karena titel kita yang terakhir adalah almarhum
janganlah bangga dengan pakaian yang mewah karena pakaian terakhir adalah kain kafan
jangan bangga dengan kendaraan yang kita miliki karena kendaraan terakhir adalah keranda
jangan bangga dengan rumah yang mewah karena rumah terakhir adalah kuburan yang sempit dan sepi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar