أهلا و سهلا

JAGALAH HATI...

Rabu, 27 Juni 2012

لا تحزن (Don't Be Sad).... Jangan Bersedih

Jangan bersedih. Sebab rasa sedih akan mengganggumu dengan kenangan masa lalu. Kesedihan akan membuatmu khawatir dengan segala kemungkinan di masa mendatang. Serta akan menyia-nyiakan kesempatanmu pada hari ini.

Jangan bersedih. Karena rasa sedih akan membuat hati menjadi kecut, wajah berubah muram, semangat makin padam, dan harapan kian menghilang.

Jangan bersedih. Sebab kesedihan hanya akan membuat musuh gembira, kawan bersedih, dan menyenangkan para pendengki. Kerap pula membuat hakikat-hakikat yang ada berubah.

Jangan bersedih. Karena rasa sedih sama dengan menentang qadha’ dan menyesali sesuatu yang pasti. Kesedihan membuat kita jauh dari sikap lembut, juga benci terhadap nikmat.

Jangan bersedih. Sebab rasa sedih tidak akan pernah mengembalikan sesuatu yang hilang dan semua yang telah pergi. Tidak pula akan membangkitkan orang yang telah mati. Tidak mampu menolak tadir, serta tidak pula memberikan manfaat.

Jangan bersedih. Karena rasa sedih itu datangnya dari setan. Kesedihan adalah rasa putus asa yang menakutkan, kefakiran yang menimpa, putus asa yang berkelanjutan, depresi yang harus dihadapi, dan kegagalan yang menyakitkan.

Allah SWT berfirman :

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu. Dan Kami telah menghilangkan darimu beban. Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka, apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Rabb-mu lah hendaknya kamu berharap (QS.Al-Insyirah 1-8)

La Tahzan...

Hadapilah semua masalahmu dengan tenang..Ingatlah..Allah Maha Penyayang..Ujian ini menjadi bukti bahwa Allah menyayangimu..Jika kau sabar dan tabah menghadapinya serta berpasrah diri terhadap Nya,maka Allah akan memberikan nikmat yang jauh lebih besar..Sesungguhnya dibalik kesulitan itu ada kemudahan..Yakinlah terhadap hal itu..

Ingatlah..Allah Maha Pemurah dan Allah Maha Penolong Hambanya..Panjatkanlah doamu dengan tulus hanya kepada Nya.. Ketika musibah datang menimpamu,berdzikirlah kepada Nya, sebutlah nama Nya, mohonlah pertolongan Nya, dan mintalah jalan keluar dari Nya. Angkat kedua tanganmu, buka kedua telapak tanganmu,perbanyaklah memohon kepada Nya dan jangan pernah bosan meminta kepada Nya..Karena Allah Maha Pengabul Permohonan..

Berdoalah kamu kepada Ku,niscaya akan Kuperkenankan bagimu (QS.Al Mu’minun : 60)

La Tahzan....

Jangan kau tangisi “seseorang” yang tidak pernah memperdulikanmu..Jangan kau tangisi “seseorang” yang tidak pernah menghargaimu, yang menyepelekan niat baikmu, yang merendahkanmu, yang mengkhianati kepercayaanmu, yang mengingkari janjinya kepadamu, dan menganiaya batinmu.. Jangan kau sesali semua yang telah terjadi..

Ingatlah..Allah Maha Adil..Dialah hakim yang paling bijaksana di seluruh alam semesta..Serahkanlah orang yang telah mendzalimi dirimu kepada Nya..Mintalah keadilan darinya, jangan dari “seseorang” itu yang telah berbuat tidak adil kepadamu..Percayalah pada Nya..Allah tidak tidur..Dia mengetahui semua hal yang terjadi pada hambanya..Dia mengerti apa yang kau rasakan..Dia memahami apa yang menjadi jeritan hatimu..Allah melihat kita,mendengar pembicaraan kita,menolong kita atas musuh kita,memudahkan keinginan kita, dan memberikan jalan keluar atas ganguan ketenteraman hati kita..

Janganlah kamu bersedih,sesungguhnya Allah selalu bersama kita (QS.At Taubah : 40)

Jangan pernah mengingat apa yang telah terjadi..Yang lalu biarkanlah berlalu..Biarlah hidup ini berjalan dengan apa adanya..Jangan kau hancurkan masa depanmu..Janganlah kau terpuruk dalam nestapa, karena sungguh itu tiada berguna..Sambutlah hari esok dengan senyumlah..Percayalah,di sekelilingmu banyak yang menyayangimu..Yang mencintaimu..Yang memperdulikanmu..Jangan kau buang waktumu dengan memikirkan hal-hal yang tidak berguna..Memikirkan “seseorang” yang tidak pantas kau pikirkan..

Karena ketahuilah,apa yang kau lakukan jika bersedih,
itu tidak akan membuahkan hasil apa-apa,
tidak akan bisa merubah apapun menjadi lebih baik,
bersedih tidak menghilangkan sakit hatimu,
bersedih tidak menjadikan hasil kerjamu memuaskan,
bersedih tidak membuat orang memandang hormat kepadamu,
bersedih tidak membantumu untuk tidak terjatuh lagi,
bersedih tidak menghilangkan rintangan yang kau hadapi,dan
bersedih juga tidak membuatmu bisa diterima didalam lingkunganmu..

Mungkin Anda pernah membaca ayat ini: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (At-Taubah:40) Lalu, bagaimana jika kita tetap merasa bersedih? Ini artinya ada sesuatu yang salah dalam hati kita. Dalam ayat diatas, kita tidak perlu bersedih sebab Allah beserta kita. Jika kita masih tetap saja bersedih, artinya kita belum merasakan kedekatan dengan Allah.

Yang dimaksud bersedih bukanlah berarti menangis. Menangis dalam rangka takut dan berharap kepada Allah malah dianjurkan supaya kita bebas dari api neraka. Bersedih yang dilarang adalah kesedihan akibat ketidaksabaran, tidak menerima takdir, dan menunjukan kelemahan diri.

Bersedih Itu Manusiawi

Para Nabi bersedih. Bahkan Rasulullah saw pun bersedih saat ditinggal oleh orang-orang mencintai dan dicintai beliau. Namun, para Nabi tidak berlebihan dalam sedih. Para Nabi segera bangkit dan kembali berjuang tanpa larut dalam kesedihan.

Bersedih Tidak Diajarkan

Bersedih (selain takut karena Allah) tidak diajarkan dalam agama. Bahkan kita banyak menemukan ayat maupun hadist yang melarang kita untuk bersedih.

“Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS.At-Taubah:40)

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS.Ali ‘Imran:139)

Rasulullah saw pun berdo’a untuk agar terhindar dari kesedihan,

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud)

Lalu, bagaimana supaya kita tidak bersedih?

Jika kita melihat ayat dan hadits yang disebutkan diatas, setidaknya kita sudah memiliki dua solusi agar kita tidak terus berada dalam kesedihan.

Pertama: dari ayat diatas (At Taubah:40) bahwa cara menghilangkan kesedihan ialah dengan menyadari, mengetahui, dan mengingat bahwa Allah bersama kita. Jika kita sadar bahwa Allah bersama kita, apa yang perlu kita takutkan? Apa yang membuat kita sedih. Allah Maha Kuasa, Allah Maha Penyayang, Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita.

Saat kesedihan terus menimpa kita, mungkin kita lupa atau hilang kesadaran, bahwa Allah bersama kita. Untuk itulah kita diperintahkan untuk terus mengingat Allah.

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’d:28)

Dari ayat ini, kita sudah mengetahui cara menghilangkan kesedihan, kecemasan, dan ketakutan yaitu bidzikrillah, dengan berdzikir mengangat Allah.

Saat saya mengalami kesedihan, ketakutan, atau kecemasan, ada tiga kalimat yang sering saya gunakan untuk berdzikir.

1. Istighfar, memohon ampun kepada Allah.
2. La haula wala quwwata illa billah (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)
3. Hasbunallaah wa ni’mal wakiil (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya Pelindung)
4. Tentu saja, masih banyak kalimat-kalimat baik lainnya yang bisa Anda ucapkan

Alhamdulillah, kesedihan, kecemasan, dan ketakutan menjadi sirna setelah berdzikir dengan kalimat-kalimat diatas. Tentu saja, bukan saja dzikir di lisan tetapi harus sampai masuk ke hati.

Kedua: cara menghilangkan kesedihan ialah dengan berdo’a seperti dicontohkan oleh Rasulullah saw. Nabi pun meminta pertolongan Allah, apa lagi kita, jauh lebih membutuhkan pertolongan Allah. Maka berdo’alah.

Tentu saja, masih banyak cara supaya kita tidak bersedih. Saya bisa menulis buku tebal jika mau membahas semuanya. Namun, dengan dua cara utama diatas kita akan mendapatkan mamfaat yang luar biasa. Bersedih masih mungkin kita alami, tetapi tidak lagi bersedih yang berlebihan dan berlarut-larut. Karena hidup dan perjuangan harus berjalan terus.

Dunia ini bagaikan roda yang berputar..Tidak selamanya orang akan selalu mengalami suka, tanpa mengalami duka..Ataupun sebaliknya..Tak ada kebahagian tanpa adanya kesedihan..Tak ada kesedihan tanpa adanya kebahagiaan..Pasrahkanlah dirimu kepada Nya..

“Ya Allah..Jadikanlah diriku termasuk dalam golongan orang-orang yang sabar..Tabahkanlah hatiku,Ya Rabb dalam menghadapi semua cobaan ini..Permudahkanlah hal ini bagiku, berikanlah jalan keluar bagiku dan dengarkanlah permohonanku..Amin Ya Rabbal Alamin..”

Wahai Engkau Yang Telah Melumpuhkan Hatiku


Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu 
Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku

Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku,  karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini..

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangka tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu,tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku.

Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

Aku yang tidak mengerti diriku

Ingin ku meminta kepadamu,sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu. .. aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai,semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.

Selasa, 26 Juni 2012

MENCINTAI DALAM DIAM (KISAH CINTA YANG TIDAK KESAMPAIAN)


BAB I
PENDAHULUAN
            Manusia diciptakan ke alam dunia ini disertai pula dengan berbagai potensi kehidupan yang diberikan oleh Allah. Berbagai potensi kehidupan tersebut harus merupakan sesuatu yang disadari/difikirkan oleh manusia. Diantara potensi kehidupan tersebut adalah berupa naluri-naluri (gharaizh) yang diantaranya pula adalah naluri untuk melestarikan keturunan ataupun tertarik kepada lawan jenis (gharizatu nawu). Naluri ini merupakan dorongan yang muncul pada diri manusia ketika adanya stimulan dari luar. Sebagai contoh, suatu saat seorang pemuda pernah merasakan perasaan yang ‘berbunga-bunga tidak karuan’ ketika di suatu tempat bertemu dengan seorang wanita yang menurut penilaiannya, orang tersebut adalah sosok yang ‘special’ sehingga setiap kali berjumpa, memikirkan atau bahkan hanya sekedar mendengar namanya saja, tiba-tiba jantung ini bisa berdebar cepat. Kondisi ini tentunya juga dapat terjadi sebaliknya antara seorang wanita terhadap seorang pemuda.
            Berbicara tentang masalah cinta memang tidak akan pernah ada habisnya. Satu hal yang terlihat sederhana, namun sebetulnya suatu hal yang complicatif dan selalu ada sisi menarik dari cinta. Ada banyak ungkapan yang dinyatakan tentang jenis dan batasan cinta, tergantung dari pengaruh dan kesaksiannya, serta ungkapan-ungkapan lain yang diperlukan tentang cinta.
            Cinta merupakan santapan hati, makanan ruh dan kesenangannya. Cinta merupakan kehidupan, sehingga orang yang tidak memilikinya seperti orang mati. Cinta adalah cahaya, siapa yang tidak memilikinya seperti berada di tengah lautan yang gelap gulita. Cinta adalah obat penyembuh, siapa yang tidak memilikinya maka hatinya diendapi berbagai macam penyakit. Cinta adalah kelezatan, siapa yang tidak memilikinya maka seluruh hidupnya diwarnai kegelisahan dan penderitaan. Cinta adalah ruh iman dan amal, kedudukan dan keadaan, yang jika cinta ini tidak ada di sana, maka tak ubahnya jasad yang tidak memiliki ruh.
            Sebagaimana Ia (Allah) menghadirkan manusia ke dunia ini dengan rasa cinta, melalui perantara ayah dan ibu yang penuh kasih, karena itulah rasa yang begitu kuat terpatri di qalbu manusia adalah rasa cinta (ingin dicinta dan mencinta). Cinta merupakan karunia Ilahi. Hadirnya tanpa diundang. Tiba-tiba kita sadari ia kuat tertanam, laksana akar pohon yang rindang. Alangkah indahnya jika seseorang yang kita cintai juga membalas cinta kita. Namun alangkah kecewanya hati ini jika ternyata orang yang kita cintai ternyata tak pernah mencintai kita atau tak pernah mengetahui bahwa kita mencintainya hingga akhirnya ia melabuhkan cintanya pada orang lain.
            Dalam makalah ini akan dibahas mengenai cinta yang tak kesampaian. Ada banyak hal yang menjadi penyebab masalah kasih yang tak sampai ini, misalnya seseorang yang kita cintai tidak mencintai kita atau bahkan mencintai orang lain (cinta segitiga), bisa juga karena yang mencintai tak berani mengungkapkan perasaannya pada orang yang dicintanya hingga akhirnya orang yang dicintainya dikhitbah orang lain, atau cinta tak kesampaian karena masalah ekonomi, fisik, atau karena orang tua yang tidak merestui,dll.
            Cinta terkadang manis, tapi juga akan terasa pahit tergantung bagaimana kita mengelola cinta. Cinta antarmanusia memang tak selamanya akan semanis kurma terkadang cinta yang tidak kesampaian membuat hati merana. Masalah kasih yang tak sampai terkadang membuat kondisi psikologis seseorang terguncang dan menimbulkan bahaya serius bila tidak segera ditangani.  Misalnya depresi, trauma jatuh cinta, ada yang tega membunuh orang yang dicintai atau bahkan membunuh dirinya sendiri.
            Dalam makalah ini akan dibahas mengenai cinta yang tidak kesampaian, dimana seorang pemuda mencintai seorang wanita sholeh yang cantik dan berpendidikan namun pemuda tersebut tak berani mengungkapkan perasaannya hingga akhirnya wanita yang dicintanya dipinang orang lain. Kemungkinan penyebab pemuda tersebut tidak berani mengungkapkan perasaannya pada wanita idamannya karena ia takut ditolak oleh wanita yang dicintainya itu. Pemuda biasa tersebut merasa minder untuk meminang wanita idamannya yang memiliki status social yang lebih terpandang dan ekonomi yang matang.
            Telah lama pemuda tersebut menyimpan perasaan terhadap sang wanita, namun karena ketakutan yang berlebihan terhadap penolakan sang wanita maka ia memutuskan untuk tidak pernah mengungkapnya perasaannya. Ia selalu berfikir bahwa sang wanita idaman tentu saja akan menolak jika dipinang olehnya yang hidup dengan kondisi serba sulit,dan iatak sanggup menerima kenyataan jika memang ternyata cintanya tak terbalaskan. Betapa besar kecintaan pemuda tersebut terhadap sang wanita hingga ia selalu ingin membahagiakan wanita yang dicintainya dan tidak sanggup melihat wanita idamannya hidup menderita jika bersamanya hingga ia pun memutuskan untuk tidak pernah mengungkapkan perasaannya pada wanita tersebut, dan terus mencintai dalam diam.

            Telah beberapa kali sang wanita dipinang oleh pemuda lain yang dari segi ekonomi telah  mapan dan derajat social yang terhormat, namun selalu ia tolak. Sikap wanita tersebut semakin menciutkan nyali pemuda itu untuk mengutarakan perasaannya pada sang pujaan hati. Ia yakin bahwa dirinya yang hanya pemuda biasa dan belum memiliki pekerjaan tetap apalagi status social terpandang sudah pasti akan ditolak dan bisa jadi akan membuat malu sang wanita yang selama ini dikhitbah oleh orang-orang terpandang.
            Tanpa ia ketahui, ternyata wanita yang dicintanya juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Sudah beberapa kali wanita tersebut dipinang lelaki lain namun selalu ia tolak karena diam-diam iapun mencintai pemuda tersebut. Namun karena merasa gengsi untuk untuk mengutarakan perasaannya lebih dulu, wanita itupun memilih untuk memendam perasaannya, hingga tak satupun diantara mereka yang mengetahui bahwa mereka saling mencintai.
            Masalah kasih yang tak kesampaian benar-benar membuat hati pemuda dan wanita tersebut selalu gelisah. Di satu sisi sang pemuda khawatir bahwa suatu saat nanti sang wanita akan melabuhkan cintanya pada orang lain jika dirinya tidak segera mengungkapkan keinginannya menikahi wanita tersebut, namun di sisi lain ia tak punya keberanian untuk mencoba mengungkapkan perasaannya karena ketakutannya untuk menerima kenyataan jika ternyata cintanya ditolak sang pujaan hati. Begitupun sebaliknya dengan sang wanita yang terus menanti dalam ketidakpastian, menanti pemuda yang tak pernah punya keberanian mengungkapkan perasaannya.

           
  BAB II
PEMBAHASAN
A. Memahami Kasus  Cinta tak Kesampaian dari Perspektif Bimbingan dan Konseling
            Dalam persepektif bimbingan konseling, masalah kasih yang tak sampai sebagaimana kasus diatas yakni tidak adanya saling keterbukaan diantara kedua belah pihak untuk berani mengutarakan perasaan masing-masing padahal mereka saling mencintai dan saling menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Ketakutan yang berlebihan akan penolakan dari wanita yang dicintainya membuat sang pemuda tak berani mengambil sebuah langkah serius atau sekadar mengungkapkan perasaannya. Ia yakin bahwa dirinya tidak akan diterima oleh wanita idamannya padahal ia belum pernah sekalipun mencoba mengutarakan isi hatinya. Ia takut apabila ternyata cintanya tak terbalas, padahal seperti kata pepatah bahwa seseorang yang gagal untuk mencoba sama dengan seseorang yang mencoba untuk gagal.
            Dalam perspektif bimbingan konseling, sikap diam karena ketakutan yang berlebihan akan penolakan dari wanita idaman merupakan bentuk perilaku yang dikendalikan oleh pikiran/perasaan irasional.  Ia telah menempatkan dirinya pada konsep/kepercayaan yang salah yaitu dirinya tidak layak dicintai oleh wanita yang lebih tinggi derajat sosialnya. Ia begitu khawatir jika tidak bisa membahagiakan wanita yang sangat dicintainya. Ia berhasil membangun konsep dirinya secara tidak realistis berdasarkan anggapan yang salah terhadap cinta. Kekhawatiran yang berlebihan terhadap masa depan justru membuatnya tidak berani mengutarakan niatnya untuk menikahi wanita yang dicintanya. Pemikiran irasional membuat ia menjadi minder dan akhirnya hanya memendam perasaannya sendiri padahal cinta tidak akan memandang status social.
            Menurut pandangan RET (Rasional Emotif Terapi), manusia memiliki kemampuan inheren untuk berbuat rasional ataupun tidak rasional/irasional. Manusia seringkali menyalahkan diri sendiri, orang lain dan dunia apabila tidak segera memperoleh apa yang diinginkannya. Akibatnya berpikir kekanak-kanakan (sebagai hal yang manusiawi) seluruh kehidupannya, akhirnya hanya kesulitan yang luar biasa besar yang didapat. Selain itu, manusia juga mempunyai kecenderungan untuk melebih-lebihkan pentingnya penerimaan orang lain yang justru menyebabkan emosinya menjadi tidak wajar dan dan menyalahkan dirinya sendiri. Berpikir dan merasa adalah dua hal yang berbeda namun mempunyai perbedaan yang sangat tipis. Pikiran dapat menjadi perasaan dan sebaliknya. Apa yang dipikirkan dan atau apa yang dirasakan atas sesuatu kejadian diwujudkan dalam suatu tindakan/perilaku rasional atau irasional.
            REBT yang dimotori oleh Albert Ellis memandang bahwa masalah yang dihadapi konseli berasal dari ketidaklogisan dalam pola berpikirnya dalam hal ini pemikiran irasional yang tidak segera diubah akan membuat pemuda tersebut terus memendam perasaannya yang pada akhirnya  akan berbahaya bila rasa cinta itu semakin dalam namun tak kesampaian.
B. Langkah-Langkah Penyelesaian
            Secara khusus, treatment yang diberikan untuk mengatasi permasalahan konseli berpijak pada pendekatan rational emotif behavioral terapi karena sumber masalah konseli adalah pemikirannya yang irrasional.
            Tujuan konseling dalam kasus cinta tak kesampaian ini adalah memerangi pemikiran irrasional yang dimiliki pemuda itu yang melatarbelakangi ketakutan/kecemasannya dalam mengungkapkan niatnya menikahi wanita pujaannya. Dalam proses konseling ini, konselor lebih bersikap otoritatif. Konselor dapat  melakukan konfrontasi langsung untuk menolongnya agar segera beranjak meninggalkan pola pikir yang irasional/tidak logis ke pola pikir yang rasional/logis melalui persuasif, sugestif, pemberian nasehat secara tepat.
            REBT bertujuan untuk menyadarkan klien atas pikirannya yang tidak logis. Dalam REBT, klien dilatih untuk berpikir dan bertindak secara lebih rasional. Fungsi berpikir (kognitif), merasa (emotif), dan tingkah laku (behavioristik) manusia berjalan bersama dan tidak bisa dipisahkan. Oleh sebab itu, bila salah satu dari ketiga fungsi tersebut mengalami gangguan, maka fungsi-fungsi yang lain juga akan ikut terganggu. Pada dasarnya, terdapat tiga teknik dalam REBT, yaitu:
  1. Teknik Kognitif: digunakan untuk mengubah cara berpikir klien, dilakukan dengan teknik pengajaran, teknik persuasif, teknik konfrontasi dan teknik pemberian tugas.
  2. Teknik Emotif : digunakan untuk mengubah emosi klien, dilakukan dengan teknik ‘sosiodrama’ dan teknik ‘self-modeling’.
  3. Teknik Behavioristik: digunakan untuk mengubah tingkah laku klien, dilakukan dengan teknik ‘reinforcement’ dan teknik ‘sosial modeling’.
Terapi Rasional emotif adalah suatu bentuk terapi behavioral yang berorientasi pada kognitif yang berlandaskan pada asumsi bahwa manusia dilahirkan dengan potensi, baik untuk berpikir rasional dan jujur maupun untuk berpikir irasional dan bodoh. Manusia memiliki kecenderungan-kecenderungan untuk memelihara diri, berbahagia, berpikir dan mengatakan, mencintai, bergabung dengan orang lain, serta tumbuh dan mengaktualisasikan diri. Akan tetapi, manusia juga memiliki kecenderungan ke arah menghancurkan diri, menghindari pemikiran, berlambat-lambat, menyesali diri secara tak berkesudahan, dan mencela diri, serta menghindari aktualisasi diri. REBT menegaskan bahwa menyalahkan merupakan inti dari sebagian besar gangguan emosional.
            Unsur pokok terapi rasional-emotif adalah asumsi bahwa berpikir dan emosi bukan dua proses yang terpisah. Emosi disebabkan dan dikendalikan oleh pikiran. Emosi adalah pikiran yang dialihkan dan diprasangkakan sebagai suatu proses sikap dan kognitif yang intristik. Pikiran mempengaruhi emosi dan sebaliknya emosi mempengaruhi pikiran. Pikiran seseorang dapat menjadi emosinya, dan emosi dalam keadaan tertentu dapat berubah menjadi  pikiran. Emosi-emosi adalah produk pemikiran manusia. Jika kita berpikir buruk tentang sesuatu, maka kita pun akan merasakan sesuatu itu sebagai hal yang buruk. Ellis menyatakan bahwa "gangguan emosi pada dasarnya terdiri atas kalimat-kalimat atau arti-arti yang keliru, tidak logis dan tidak bisa disahihkan, yang diyakini secara dogmatis dan tanpa kritik terhadapnya, orang yang terganggu beremosi atau bertindak sampai ia sendiri kalah" (http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/). REBT menegaskan bahwa menyalahkan merupakan inti dari sebagian besar gangguan emosional.
            Teori Rasional Emotif  atau konseling kognitif behavioral merupakan salah satu bentuk konseling yang bertujuan membantu konseli agar dapat menjadi lebih sehat, memperoleh pengalaman yang memuaskan, dan dapat memenuhi gaya hidup tertentu, dengan cara memodifikasi pola pikir dan perilaku tertentu. Pendekatan kognitif berusaha memfokuskan untuk menempatkan suatu pikiran, keyakinan, upaya membelajarkan konseli agar dapat memiliki cara berpikir yang lebih positif dalam berbagai peristiwa kehidupan dan tidak hanya sekedar berupaya mengatasi penyakit atau gangguan yang sedang dialaminya. Dengan kata lain, konseling kognitif memfokuskan pada kegiatan mengelola dan memonitor pola fikir konseli sehingga dapat mengurangi pikiran negatif dan mengubah isi pikiran agar dapat diperoleh emosi yang lebih positif.  Sedangkan konseling Behavioral memfokuskan pada kegiatan (tindakan) yang dilakukan  konseli, menentukan bentuk imbalan (rewards) yang dapat mendorong konseli untuk melakukan tindakan tertentu, pemberian konsekuensi yang tidak menyenangkan, guna mencegah konseli melakukan tindakan yang tidak dikehendaki.
            REBT berpendapat bahwa orang tidak perlu harus menerima dan dicintai, meskipun hal itu merupakan hal yang sangat diinginkan. Konselor mengajarkan klien bagaimana rasanya tidak tertekan bahkan manakala mereka tidak diterima dan dicintai orang lain secara signifikan. Meskipun REBT mendorong orang untuk menghayati kesedihan karena tidak diterima, REBT berusaha menolong orang mendapatkan cara untuk mengatasi depresi, keresahan, kepedihan, dan rendah diri. 
Albert Ellis menunjukkan bahwa banyak jalan yang digunakan dalam REBT yang diarahkan pada satu tujuan utama, yaitu: “meminimalkan gangguan emosional dan perilaku menggagalkan diri sendiri dengan jalan mendapatkan falsafah hidup yang realistis”. Proses konseling sebagian besar adalah proses belajar-mengajar yang bertujuan untuk :
1. Menghapus pandangan hidup konseli yang mengalahkan diri dan membantu konseli dalam memperoleh pandangan hidup yang lebih toleran dan rasional.
2. Menghilangkan gangguan emosional yang yang merusak diri sendiri seperti rasa takut , rasa, rasa cemas, merasa was-was, rasa marah sehingga dapat  membangun Self Interest, Self Direction, Tolerance, Acceptance of Uncertainty, Fleksibel, Commitmen, Scientific Thinking, Risk Taking, dan Self Acceptance konseli.
3. Membantu konseli dalam mengenali, menganalisis dan mengelola keyakinannya
4. Menempatkan dan menitikberatkan  pada keyakinan  konseli,  tentang siapa dirinya  dan apa
 tujuan hidup dia di dunia ini.
Adapun langkah/ perlakuan yang diberikan oleh konselor pemuda tersebut di atas yaitu :
1. Mengajak konseli untuk berpikir tentang beberapa gagasan dasar yang irasional yang telah memotivasi banyak gangguan tingkah laku. Misalnya konseli berfikir bahwa cintanya pasti tidak akan terbalas padahal belum pernah sekalipun ia mencoba menyampaikan perasaannya, ataukah berfikir bahwa dirinya tidak pantas mendapatkan seseorang yang dicintainya.
2. Menantang konseli untuk menguji gagasan-gagasannya.
3. Menunjukkan kepada konseli ketidaklogisan pemikirannya.
4. Menggunakan analisis logika untuk meminimalkan keyakinan-keyakinan irasional konseli.
5. Menunjukkan bahwa keyakinan-keyakinan itu tidak ada gunanya dan bagaimana keyakinan-keyakinan akan mengakibatkan gangguan emosional dan tingkah laku di masa depan.
Konselor berfungsi sebagai guru dan klien sebagai murid. Klien memperoleh pemahaman atas masalah dirinya dan kemudian harus secara aktif menjalankan pengubahan tingkah laku yang mengalahkan diri. Dalam membantu konseli untuk menciptakan identitas keberhasilan, konselor bisa menggunakan beberapa teknik sebagai berikut :
- Terlibat dalam permainan peran dengan konseli.
- Menggunakan humor.
- Mengonfrontasikan konseli dan menolak dalih apapun.
- Membantu konseli dalam merumuskan rencana-rencana yang spesifik bagi tindakan.
- Bertindak sebagai model dan guru.
- Memasang batas-batas dan menyusun situasi terapi.
- Menggunakan "terapi kejutan vebal" atau sarkasme yang layak untuk mengkonfrontasikan konseli dengan tingkah lakunya yang tidak realistis.
- Melibatkan diri dengan konseli dalam upayanya mencari kehidupan yang lebih efektif.
Atas pandangan itu, walaupun TRE lebih menitikberatkan aspek kognitif dalam perawatan, tetapi aspek tingkah laku dan emosi turut diberi perhatian. Oleh sebab itulah dalam TRE, terdapat tiga teknik yang besar: Teknik-teknik Kognitif; Teknik-teknik Emotif dan Teknik-teknik Behavioristik.
1. Teknik-Teknik Kognitif
Konseling kognitif: untuk menunjukkan bahwa Konseli harus membongkar pola pikir irasionalnya (tentang ketakutannya akan penolakan wanita idamannya, tentang keyakinan bahwa cintanya tidak akan terbalas hingga ia tak berani mengungkapkan perasaannya) jika ingin lebih bahagia dan sukses. Konselor lebih bergaya mengajar: memberikan nasehat, konfrontasi langsung dengan peta pikir rasional-irasional, sugesti, asertif training dengan simulasi diri menerapkan konsep diri yang benar dan sikap/ketergantungan pada orang lain yang benar/rasional dilanjutkan sebagai PR melatih, mengobservasi dan evaluasi diri. Konselor memberi tugas kepada konseli untuk mencoba melakukan tindakan tertentu dalam situasi nyata. Misalnya, menugaskan konseli untuk berbicara dengan wanita yang dicintanya atau membaca buku untuk memperbaiki kekeliruan caranya berfikir. Teknik ini dimaksudkan untuk membina dan mengembangkan sikap-sikap tanggung jawab, kepercayaan pada diri sendiri serta kemampuan untuk pengarahan diri, pengelolaan diri konseli dan mengurangi ketergantungannya kepada konselor.
2. Teknik-Teknik Emotif
Konseling emotif-evolatif: untuk mengubah sistem nilai konseli dengan menggunakan teknik penyadaran antara yang benar dan salah seperti pemberian contoh, bermain peran dan pelepasan beban agar Mita melepaskan pikiran dan perasaannya yang tidak rasional dan menggantinya dengan yang rasional sebagai kelanjutan teknik kognitif di atas.
 a. Teknik Sosiodrama - Memberi peluang mengekspresikan berbagai perasaan yang menekan klien itu melalui suasana yang didramatisasikan sehingga klien dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri secara lisan, tulisan atau melalui gerakan dramatis.
b. Teknik 'Self Modelling' - Digunakan dengan meminta klien berjanji dengan konselor untuk menghilangkan perasaan takut yang menimpanya. Dia diminta taat setia pada janjinya.
3. Teknik-Teknik Behavioristik
Konseling behavior digunakan untuk mengubah perilaku yang negatif dengan merubah akar-akar keyakinan Konseli yang irasional/tidak logis melalui kontrak, reinforcement, sosial modeling dan relaksasi.
a. Teknik Reinforcement - Mendorong klien ke arah perilaku yang diingini dengan jalan memberi pujian dan hukuman. Pujian pada perilaku yang betul dan hukuman pada perilaku negatif yang dikekalkan.
b. Teknik Sosial Modelling - Digunakan membentuk perilaku baru pada klien melalui peniruan, pemerhatian terhadap Model Hidup atau Model Simbolik dari segi percakapan dan interaksi serta pemecahan masalah. Dalam hal ini konselor memperlihatkan sebuah film singkat kepada konseli mengenai kesuksesan yang diraih oleh orang-orang yang justru memiliki banyak kekurangan dalam dirinya.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Sebagaimana Ia (Allah) menghadirkan manusia ke dunia ini dengan rasa cinta, melalui perantara ayah dan ibu yang penuh kasih, karena itulah rasa yang begitu kuat terpatri di qalbu manusia adalah rasa cinta (ingin dicinta dan mencinta). Cinta merupakan karunia Ilahi. Hadirnya tanpa diundang. Tiba-tiba kita sadari ia kuat tertanam, laksana akar pohon yang rindang. Alangkah indahnya jika seseorang yang kita cintai juga membalas cinta kita. Namun alangkah kecewanya hati ini jika ternyata orang yang kita cintai ternyata tak pernah mencintai kita atau tak pernah mengetahui bahwa kita mencintainya hingga akhirnya ia melabuhkan cintanya pada orang lain.
            Masalah kasih yang tak sampai pastinya akan membawa kegelisahan bagi jiwa yang sedang jatuh cinta. Oleh karena itu, diperlukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan terhadap seseorang yang dicintai,namun tetap harus memperhatikan agar rasa cinta tersebut tetap berjalan sesuai dengan tuntunan dalam Islam. Cinta adalah anugrah yang begitu suci dan tak boleh dikotori dengan syahwat. Untuk menjaga kesucian cinta terhadap lawan jenis maka diperlukan pemikiran rasional agar cinta dapat membawa pada ketenangan sebab cinta yang dilandasi dengan pemikiran irrasional justru akan membuat hati merana.
            Agar rasa cinta dapat bermuara pada ketenangan hati, maka diperlukan keterbukaan, maka dalam hal ini komunikasi menjadi sangat penting agar orang yang kita cintai dapat mengerti bahwa kita mencintainya. Jika memang rasa cinta tersebut serius untuk ditindak lanjuti menuju penyempurnaan ibadah dengan menikah, maka ketakutan yang berlebihan terhadap masa depan bahwa kita tak sanggup membahagiakan pasangan kita, harus dihilangkan. Persepsi keliru tersebut hanya akan membuahkan keraguan dalam hati dan tentunya akan dipertanyakan keimanan seorang hamba terhadap ketetapan Allah. Yang harus lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan orang yang kita cintai, dan bukan dengan jalan lari dari kenyataan dan tidak mengambil langkah nyata untuk merealisasikan rasa cinta tersebut dengan hanya memendam perasaan cinta tersebut
                                                                                                                     


DAFTAR PUSTAKA
Abu Abay.2010. Melawan dengan Cinta. Jakarta:Za’faran-buku wangi-
            Corey Gerald. 1995. Teori dan Praktek Dari Konseling & Psikoterapi. Semarang: IKIP                    Semarang Press
Kurnia MR,Cetakan ke 11.2006. Inspiring Love. Bogor:Mahabbah pustaka.
                                                                     http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2008/09/14/pendekatan-konseling-                              rasional-emotif/. diakses pada tanggal 23 Desember 2011,jam 03:53:17